Vivian Hoo Yakin Juniornya Mampu Menjadi Pengganti Sepadan di Kejuaraan Beregu Asia 2020

Pemain senior asal Malaysia, Vivian Hoo meyakini bahwa mereka dapat menggandalkan pasangan muda, Pearly Tan/M. Thinaah untuk membawa tim putri Malaysia melangkah lebih jauh di Kejuaraan Beregu Asia tanpa kehadirannya.

Vivian mundur sesaat sebelum pengumuman tim, di mana turnamen akan dimulai pada pekan depan di Manila, Filipina karena masalah pada lututnya. Tim pelatih memutuskan untuk menarik Vivian guna memungkinkannya merehabilitasi dan memperkuat lututnya.

“Ini bukan cedera serius tetapi kami memutuskan bahwa yang terbaik adalah saya tetap kembali, beristirahat dan kembali lebih kuat karena ada beberapa turnamen lain yang akan datang setelah ini,” jelas Vivian yang kini berusia 29 tahun.

Penarikan Vivian berarti bahwa Malaysia hanya memilki lima pemain di ganda putri yang juga termasuk pasangan nomor 15 dunia, Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean dan pasangan Vivian, Yap Cheng Wen. Keempat pemain tunggal adalah Soniia Cheah, Goh Jin Wei, S. Kisona dan Eoon Qi Xuan.

“Saya yakin Pearly dan Thinaah akan memberikan yang terbaik, pada kenyataannya, itu akan menjadi test yang bagus untuk mereka,” kata Vivian.

Pearly telah menunjukkan peningkatan dalam kemitraannya dengan Thinaah setelah meraih gelar di India Internasional Challenge dan Bangladesh Internasional Challenge serta menjadi runner-up di Sydney International tahun lalu.

Mereka saat ini berada di peringkat 41 dunia dan harapan besar berikutnya bagi Malaysia di ganda putri.

Pearly juga tampil baik di ganda campuran dengan Man Wei Chong ketika keduanya berhasil mengandaskan pasangan peringkat 5 dunia asal Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Malaysia Masters bulan lalu.

Di atas kertas, tanpa Vivian, tim putri Malaysia akan memiliki tugas yang berat karena mereka berada di Grup W bersama dengan Jepang dan Hong Kong.

Hanya dua tim teratas yang maju ke babak sistem gugur dan hanya empat tim teratas di Kejuaraan Beregu Asia yang akan lolos ke putaran final Piala Uber di Aarhus, Denmark, pada bulan Mei mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *