Transportasi dan Venue Asian Para Games 2018 Belum Siap Penuh

Transportasi dan Venue Asian Para Games 2018 Belum Siap Penuh

Asian Para Games 2018 masuk di hari kedua, sayangnya, fasilitas transportasi dan venue yang digunakan untuk para atlet Asian Para Games 2018 belum siap secara penuh. Dan in terlihat dari tersendatnya akslerasi para atlet menuju venue dan juga ketika menggunakan transportasi yang telah disediakan.

Meski begitu, INAPGOC mengungkapkan jika evaluasi yang dilakukan oleh penyelenggara dilakukan setiap waktu, bahkan setiap menit guna memberikan kenyamanan para atlet ketika akan melangsungkan pertandingan.

“Dalam perjalanan kemarin itu sangat deg-degan. Karena persiapan kami yang sangat mepet, lalu banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjalan. Tapi ini hasil kerja sama yang baik dari Asian Paralympic Committee (APC), papar Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, usai menjadi saksi Indonesia meraih medali emas pertama di Istora Senayan, Minggu (7/10/2018) dan tetap monitoring evaluasi transportasi dan venua Asian Para Games 2018.

Artinya yang biasanya banyak komplain, tapi sekarang sangat sportif. Jadi setiap CdM Meeting mereka selalu bantu kita. Dari APC hubungannya sangat harmonis.

“Kita tahu pada hari pertama dan kedua pasti ada sedikit kekurangan. Tapi kita kejar. Concern kami adalah transportasi, makanan, venue,” dia menjelaskan soal laporan transportasi dan venue Asian Para games 2018 yang masih belum maksimal.

“Transportasi waktu kedatangan aman. Pas pulangnya kemarin ada hectic sedikit, tapi bisa dibereskan. Sekarang evaluasi kita per menit. Saat ada masalah, langsung direspon. Saya sudah bilang ke Inapgoc semua, setiap ada masalah, jangan diskusi lagi, langsung solusi. Karena ini kita nama baik Indonesia,” ujar bos Mahkota Promotion ini.

Menurut Okto, soal transportasi dan venue Asian Para games 2018 langsung kita atasi dengan solusi. Akses ini kan kita ujicobakan. Bukan masalah aksesnya, tapi keamanannya dulu. Sampai ada apa-apa, itu jauh lebih bermasalah daripada dia gak bisa naik. Jadi kalau kita paksain, tapi malah jatuh, itu jauh lebih bermasalah.

Tak hanya itu, INAPGOC juga terlihat belum maksimal untuk mempromosikan Asian Para Games, meksipun ajang sudah berjalan masih tak terdengar gaung seperti Asian games 2018 lalu yang dipegang oleh INASGOC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *