Jokowi: Malu Jika Indonesia Tidak Masuk 10 Besar Di Asian Games 2018

target asian games

Indonesia memiliki target untuk menduduki peringkat 10 besar di pergelaran ajang Asian Games 2018. Dan mengenai hal tersebut, Presiden RI Joko Widodo meminta kepada para atlet Asian Games 2018 untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka demi mencapai target Asian Games tersebut. Karena menurutnya target tersebut sudah cukup realistis.

Jokowi mengatakan hal tersebut dalam pertemuannya bersama para atlet dan artis menjelang acara¬†#JalanTerus Indonesia digelar di Istana Bogor. Menurut kabar yang beredar beberapa atlet yang hadir di acara tersebut diantaranya adalah Wewey Wita, Joe Taslim, Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, David ‘Naif’, Richard Sambera dan sejumlah tokoh lainnya.

Tidak hanya atlet dan artis namun beberapa tokoh penting Indonesia juga hadir di acara tersebut, seperti Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dan juga Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Acara tersebut tidak berjalan terlalu formal, dimana para tamu yang hadir malah terlihat duduk lesehan di pelataran istana sembari dipayungi oleh pepohonan rindang.

“Kita juga prestasi kita masuk 10 besar karena sebelumnya kita di ranking 17 di Asian Games. Saya bisik-bisik lagi bisa ranking delapan saya minta ke Pak Nahrawi. Kita ini bangsa besar, jangan sampai 10 besar nggak masuk. Mau ditaruh di mana muka kita,” tutur Jokowi.

Lebih dari itu, Jokowi juga tidak lupa untuk terus mengingatkan masyarakat untuk meramaikan sosialisasi Asian Games 2018, agar pesta olahraga terbesar di Asia tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Menurutnya media sosial dan peran masyarakat merupakan kunci penting yang dapat mempromosikan ajang tersebut serta mensukseskannya.

“Para netizen, para atlet artis, yang siang ini berkumpul di Istana Bogor, saya titip satu. Terus harus kita promosikan yang namanya Asian Games 2018 yang tinggal 14 hari lagi. Sehingga event ini betul menjadi perhelatan besar bangsa ini. Kita ingat yang akan datang sebanyak 16 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara ini bukan perhelatan kecil-kecilan,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *