Seperti Ini Pejudo Arab Mengganti Hijab Ketika Bertanding

Seperti Ini Pejudo Arab Mengganti Hijab Ketika Bertanding

Tak hanya insiden judoka berhijab di Asian Para Games 2018 di Indonesia saja. hal yang sam ajuga terjadi pada Wojdan Shaherkani, pejudo Arab Saudi yang dilarang mengenakan hijab. Akhirnya, ia putar otak dan mengganti hijab pejudi Arab tersebut dengan penutup rambut dan kepala, mirip seperti ‘ciput’ (kain karet lentur sebelum menggunakan hijab).

Wojdan Shaherkani jadi salah satu sensasi di Olimpiade 2012. Bukan karena dia merupakan salah satu atlet perempuan pertama Arab Saudi di Olimpiade, tapi juga terkait kontroversi saat akan bertarung di cabang olahraga judo.

Dia pada awalnya dilarang bertanding karena memakai hijab. Alasan keamanan dan keselamatan atlet menjadi faktor utama pelarangan tersebut hingga akhirnya modifikasi hijab pejudo Arab itu diganti yang lebih nyaman ketika bertanding tanpa menggangu teknik judo yang dilakukan saat bertanding.

“Di judo, kami saling mencengkram dan memiting leher, jadi hijab bisa berbahaya. Satu-satunya perbedaan di antara kompetitor (petarung judo) adalah level kemampuan judo mereka,” kata juru bicara federasi judo dunia ketika itu, Nicolas Messner.

Federasi Judo Asia ketika itu sebenarnya sudah membolehkan pejudo tampil memakai hijab. Khususnya hijab pejudo Arab, namun, aturan yang sama belum diterapkan oleh federasi internasional, dan karenanya juga belum bisa diaplikasikan di Olimpiade.

Penolakan terhadap Wojdan Shaherkani ketika itu jadi ramai karena dia datang ke London dengan status undangan. Meski tak pernah turun di turnamen internasional resmi, dia diundang langsung oleh International Olympic Committee. Bersama Sarah Attar (atletik), Shaherkani menjadi atlet perempuan pertama Arab di Olimpiade.

Lakukan Modifikasi Hijab

Hari itu, 3 Agustus 2012, Shaherkani akhirnya bisa masuk arena pertandingan judo. Setelah sempat ditolak bertanding, penampilan perdana dia jadi sorotan banyak media dunia karena hijab pejudo Arab.

Remaja 16 tahun itu melakukan modifikasi pada hijabnya, dia turun ke arena menggunakan semacam penutup kepala seperti yang digunakan atlet renang.

Di babak 32 besar menghadapi Melissa Mojica (Puerto Riko), Shaherkani hanya bertahan selama 82 detik di atas arena. Tapi penampilan atlet kelahiran Mekah itu banyak dikenal dengan hijab pejudo Arab, dia menjadi atlet hijabers pertama yang tampil di cabang judo Olimpiade dan menunjukkan keberanian besar di pertandingan internasional perdananya.

“Saya pikir (pertandingan) itu menjadi sebuah pencapaian. Kami sangat bangga – saya pikir dia telah melakukannya dengan sangat baik. Kami sangat bangga dengannya,” ucap Presiden Federasi Judo Arab Saudi ketika itu, Hari Kamal Najm.

New York Time ketika itu menyebut Shaherkani mendapat izin untuk memakai hijab pejudo Arab yang menyerupai penutup kepala setelah tercapai kesepakatan antara federasi judo dunia dan federasi judo Arab Saudi, yang mereka sebut sebagai ‘keseimbangan yang baik antara keamanan dan pertimbangan kebudayaan’.

Seperti Ini Pejudo Arab Mengganti Hijab Ketika Bertanding

Shaherkani tentu saja sangat antusias dengan pertandingan itu. Meski dia menyesal lantaran gagal memberi kemenangan untuk negaranya.

“Saya antusias dan bangga bisa mewakili negara saya. Sayangnya saya kalah, tapi saya akan melakukan lebih baik lagi di lain kesempatan,” ucapnya senang dengan gaya hijab pejudi Arab yang boleh juga ditiru oleh atlet judo lain di seluruh penjuru dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *