Pengurus PP PBSI Bangka Belitung Korban Loin Air JT 610

Pengurus PP PBSI Bangka Belitung Korban Loin Air JT 610

Pengurus PP PBSI Bangka Belitung positif menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, hal itu dibenarkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

Anggota PP PBSI yang menjadi korban itu adalah, HK. Junaidi. Junaidi yang merupakan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Bangka Belitung kini masuk dalam daftar pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

“Iya benar. Ada di daftar manifestnya. Ketua Pengprov PBSI Bangka Belitung,” kata Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto menjelaskan soal pengurus PP PBSI Bangka Belitung yang menjadi korban.

Dijelaskan Budi, HK tinggal di Pangkal Pinang. Dia juga anggota DPRD Bangka Belitung. Sampai saat ini PBSI masih berupaya menghubungi keluarganya.

“Belum bisa dikontak, belum pantas ya. Sampai nanti ada pernyataan resmi kalau memang beliau sudah ditemukan. Sementara ini masih simpan siur beritanya,” ujar Budi menegaskan kembali jika pengurus PP PBSI Bangka Belitung yang menjadi korban tersebut akan diinformasikan jika ada kabar baru.

Fakta Baru Lion Air JT 610

Pengurus PP PBSI Bangka Belitung Korban Loin Air JT 610

Menurut Deputi Operasional Basarnas Nugroho Budi Wiryanto, Basarnas tak mau berspekulasi terkait kondisi pesawat sehingga sulit ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Kami tidak mau berandai-andai dulu (pesawat pecah berkeping-keping),” ujar Nugroho, dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa. Menurut Nugroho, yang terpenting saat ini adalah tim pencarian terus bekerja mencari badan pesawat Lion Air JT 610.

“Saat ini yang penting kami mencari dulu. Tugas pokok kami (Basarnas) yakni mencari dan mengevakuasi. Oleh sebab itu, kami akan memastikan dengan alat yang kami punya,” kata dia.

Pengurus PP PBSI Bangka Belitung Korban Loin Air JT 610

Tim SAR akan menambah luas wilayah pencarian korban dan badan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018).

Rencananya, mulai hari Rabu (31/10/2018) atau pencarian hari ke-3, tim SAR akan menambah jangkauan seluas 15 mil laut dari lokasi awal.

“Besok kami akan melebarkan radius kami menjadi 15 nautical mile (mil laut),” ujar Deputi Operasional Basarnas Nugroho Budi dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Pada hari pertama, pencarian difokuskan pada radius 5 mil laut dari titik awal yang diduga lokasi jatuhnya pesawat. Kemudian, pada hari kedua, Selasa, pencarian diperluas menjadi 10 mil laut.

Menurut Nugroho, diharapkan perluasan lokasi pencarian dapat memaksimalkan upaya evakuasi korban dan badan pesawat. Salah satunya untuk menemukan kotak hitam pesawat.

Pengurus PP PBSI Bangka Belitung Korban Loin Air JT 610

Saat tengah mencari ikan di sekitar perairan Tanjung Karawang, Samin tiba-tiba melihat ada pesawat dengan posisi miring melewati perahunya.

“Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi, yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah,” ungkap Samin saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/10/2018).

Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut. Pasalnya, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat naas itu. Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *