Pelatih Tunggal Putri Malaysia Klaim Para Pemainnya Banyak Alami Kemajuan

Berita Badminton : Pelatih tunggal putri tim nasional, Datuk Tey Seu Bock bertujuan untuk tetap fokus pada peran barunya sebagai kepala tim putri di bawah Proyek ’24 yang baru diluncurkan, meskipun ada tekanan yang mempertanyakan kredibilitas kepelatihannya.

Federasi Badminton Malaysia (BAM) meluncurkan program baru mereka pada Rabu (11/9) lalu, dalam upaya untuk mendapatkan kembali status sebagai salah satu negara kuat bulu tangkis pada tahun 2024. Namun legenda ganda putra, Datuk Razif Sidek mengatakan bahwa itu tidak akan berhasil jika mereka tidak menyingkirkan pelatih senior yang tak tak berkembang di tim.

Razif merasa bahwa para pemain tunggal putri belum membuahkan hasil yang diinginkan di bawah Seu Bock dan lebih memilih sumber talenta pembinaan dari luar BAM.

Namun Seu Bock mempunyai tanggapan berbeda, dan mengatakan dia telah melihat peningkatan pada pemain tunggal selama beberapa tahun terakhir, namun cedera telah menggagalkan perkembangan mereka.

“Semua orang bisa memiliki komentar mereka sendiri tetapi karena saya bergabung dengan tim tunggal putri sebagai pelatih, semua yang saya lihat adalah peningkatan,” kata Seu Bock.

Goh Jin Wei adalah pemain paling menjanjikan dengan memenangkan medali emas SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu pada usia 17 tahun.

Selain Jin Wei, yang saat ini berada di peringkat 34 dunia, pemain lain di bawahnya adalah Soniia Cheah (31 dunia), Ho Yen Mei (203 dunia), Lee Ying Ying (118 dunia), S. Kisona (160 dunia) dan Eoon Qi Xuan (265 dunia).

“Jin Wei telah menunjukkan hasil tetapi kemajuannya terhambat setelah dia menderita sakit perut,” kata Seu Bock.

“Para pemain lain juga menunjukkan beberapa kemajuan tetapi cedera juga menjadi masalah mereka,” tambahnya.

Seu Bock menyambut positif posisi barunya sebagai pengawas tim tunggal putri di bawah Proyek ’24 dan mengatakan bahwa prioritasnya adalah mengidentifikasi para pemain baru berbakat dari Sekolah Olahraga Bukit Jalil (BJSS).

“Ini adalah tanggung jawab yang berat karena saat ini, kami memiliki skuad yang lebih kecil daripada tim putra. Ada kedalaman skuad di tim putra. Saya perlu membuat kelompok pemain yang lebih besar dalam proyek ini,” kata Seu Bock.

“Pemain putri lebih rentan terhadap cedera, jadi saya mungkin membutuhkan delapan pemain di tunggal dan empat hingga lima pasangan di ganda.”

“Ini proyek lima tahun, dan saya harus mulai fokus pada pekerjaan sekarang. Saya berharap dapat mengidentifikasi talenta baru pada akhir tahun ini,” pungkas Seu Bock.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *