Hasil Rapat Evaluasi Panpel PSIS untuk Antisipasi Insiden di Stadion

Untuk mengantisipasi terjadinya insiden di dalam stadion yang bisa berakibat dijatuhkannya sanksi terhadap klub, Panitia pelaksana (Panpel) PSIS Semarang melakukan rapat evaluasi untuk menentukan langkah-langkah tegas yang akan diambil dalam meminimalisis potensi insiden di dalam stadion.

Dari rapat evaluasi yang dilaksanakan, Senin (17/6) tersebut, ada tiga poin penting yang dibahas. Pertama aturan untuk pedagang asongan, kedua aturan terkait air minum dalam kemasan botol, dan terakhir terkait kembang api, smokebomb, flare, serta benda tajam.

Dikutip dari laman resmi PSIS Semarang, untuk pedagang asongan ditetapkan aturan yang mesti diikuti, diantaranya pedagang dilarang untuk menjual dagangannya dalam kemasan botol plastik, kaca dan cup yang tertutup.

“Terkait hal tersebut, pihak pedagang asongan akan diberikan surat pernyataan kesepakatan oleh panpel PSIS. Bagi pedagang asongan yang masih menjual dagangannya dalam kemasan tersebut, maka akan dikenai denda,” begitu bunyi pengumuman tim PSIS Semarang.

Selanjutnya terkait air minum dan kemasan botol, bagi para suporter maupun penonton umum yang kedapatan membawa botol minum plastik dan kaca, maka botol minum tersebut akan disita. Air minum dalam botol plastik dan kaca akan dipindahkan ke plastik biasa.

“Panpel berhak mengeluarkan suporter maupun penonton yang melanggar aturan,” bunyi aturan itu.

Terakhir terkait kembang api, smokebomb, flare, serta benda tajam ditegaskan, setiap suporter dan menonton umum dilarang membawa barang-barang di atas dan apabila diketahui ada yang tetap membawa barang terlarang tersebut, maka pihak panpel berhak menyitanya.

“Pihak panpel berhak untuk mengeluarkan suporter ataupun penonton umum yang melanggar aturan tersebut. Untuk mengawasi segala tindak dan tingkah laku suporter maupun penonton, panpel akan menyiapkan kamera untuk merekam semua tribune.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *